Kick Off Studi Kopi dan Integrated Landscape Management Proyek FOLUR di Sumatera Utara
MEDAN (20/1) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) resmi memulai rangkaian Kick Off Studi Rencana Aksi Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kopi serta Kick Off Studi Integrated Landscape Management (ILM) dalam kerangka Proyek Food Systems, Land Use, and Restoration (FOLUR). Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Hotel Santika Dyandra Medan ini menjadi langkah awal penyelarasan visi pengelolaan lanskap terpadu guna mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di Sumatera Utara.
Proyek FOLUR merupakan inisiatif global yang didukung oleh Global Environment Facility (GEF), United Nations Development Programme (UNDP), dan Food and Agriculture Organization (FAO), dengan koordinasi nasional oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara, proyek ini difokuskan pada transformasi sistem pangan berbasis komoditas kopi di Kabupaten Mandailing Natal, yang dikenal sebagai salah satu sentra unggulan Kopi Mandheling.
Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP., menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki peran strategis dalam mendukung perkopian nasional. Sumatera Utara tercatat sebagai produsen kopi Arabika terbesar di Indonesia, dengan produksi mencapai 80.628 ton pada tahun 2024. Secara keseluruhan, produksi kopi Sumatera Utara pada tahun yang sama mencapai 91.595 ton, mengalami peningkatan sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, sektor perkopian Sumatera Utara masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain perubahan iklim, degradasi lahan, serta meningkatnya tuntutan pasar global terhadap standar keberlanjutan. Oleh karena itu, pelaksanaan dua studi strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah, khususnya pada sektor perkebunan.
Studi Rencana Aksi Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kopi difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis petani melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta penguatan rantai nilai yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Sementara itu, Studi Integrated Landscape Management (ILM) diarahkan untuk mengintegrasikan prinsip pengelolaan lanskap terpadu ke dalam dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD dan RTRWP, guna menyeimbangkan kepentingan konservasi lingkungan dengan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
“Bappelitbang berkomitmen untuk memfasilitasi ketersediaan data serta memperkuat koordinasi lintas sektor, agar rekomendasi hasil studi ini dapat diimplementasikan secara konkret dalam agenda pembangunan Provinsi Sumatera Utara,” tegas Dr. Dikky Anugerah saat membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bappenas RI, Kementerian Kehutanan, akademisi, serta mitra pembangunan internasional. Melalui sinergi multipihak tersebut, Proyek FOLUR diharapkan mampu menjaga keseimbangan fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan puluhan ribu petani kopi di Sumatera Utara secara berkelanjutan.
